Berkunjung Ke Desa Parebok




    Libur kuliah semester dua kemarin menyisakan pengalaman yang unik bagi saya pribadi, karena selain kembali berkumpul dengan keluarga tercinta juga bisa mengunjungi teman masa SMA. Semacam ada yang kurang saat liburan tapi jiwa dan raga tidak dibawa untuk bersua dengan teman sahaja, kalo bahasa Banjar-nya itu “KADA RAMI WA AE!”. Sifat malas menuju suatu tempat di sekitar desa akhirnya dapat saya kurangi dengan kedok rindu dengan teman seperjuangan.

    Pada tanggal 04 Agustus 2018 kemarin saya membuat janji untuk main ke rumah salah seorang sahabat yang bernama Ahmad Khoiruddin, kali ini ia sudah tidak lagi memiliki gelar siswa dari desa Parebok semenjak lulus SMA pada tahun 2017 kemarin. Itu artinya ia hanya masyarakat biasa jika tidak melakukan inovasi luar biasa bagi masyarakat setempat. Singkat cerita, akhirnya saya menuju desa Parebok dengan kecepatan sepeda motor rata-rata 60 km/jam, kalo kata ayah dalam bahasa Banjar “biaram lambat asal selamat”. Ya…sebenarnya kecepatan yang tergolong lambat mengingat desa itu lumayan jauh dari desa tempat tinggal saya.

    Ketika tiba saya tidak langsung menuju rumah salah satu sahabat ini, setelah tersesat ke arah rumah yang salah dan bertanya kepada masyarakat setempat terlebih dahulu, barulah akhirnya saya menemukan rumah kediaman Ahmad Khoiruddin (BTW.. jaringan seluler provider yang saya gunakan kepayahan sinyal). Maklum lah… hanya sebanyak dua kali saja pernah main ke tempat itu, sehingga lupa sama sekali.

    Desa Parebok adalah salah satu desa di kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang menurut saya unik dan keren, unik karena tempat tinggal masyarakat yang berada di sepanjang pinggir jalan dan pinggir sungai menuju arah dalam desa itu sendiri. Ada sensasi tersendiri saat menelusuri desa ini, terlebih ketika bertemu anak-anak yang sedang bermain.  Sedangkan keren-nya ada pada jembatan  yang dibuat oleh masyarakat setempat sebagai penyeberangan menuju rumah yang berada di seberang sungai Parebok. Juga pekarangan rumah masyarakat di desa ini..WOW! bagi saya itu luas woy! Auto kaget saat pertama kali melihat. Oh ya, di sana juga ada banyak pohon kelapa.

    Tiba di kediaman Khoiruddin yang kami lakukan tentu saja mengobrol melepas rindu dan kepenatan masing-masing layaknya bertahun-tahun tidak bertemu. Makan dan tidur seperti di rumah sendiri juga saya lakukan, wakakak. Tapi ada satu hal yang sangat saya suka dari setiap kunjungan itu, yaitu saat di suguhkan es kelapa muda di campur  dengan serbuk minuman energi dan susu kental manis. Pertama kali minum sempat pusing, karena campuran yang unik tersebut. Namun setelah kunjungan ketiga itu tadilah saya akhirnya terbiasa dan cenderung suka. Well, untuk menutup perjumpaan kali ini, berikut foto-foto yang saya ambil saat berkunjung ke desa Parebok. Ternyata makin ke sana makin pro dan elok!


















0 Response to "Berkunjung Ke Desa Parebok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel