Definisi Nakal Generasi Micin
Saya kira di belahan benua manapun harapan besar sebuah bangsa terhadap generasi muda yang ada didalamnya sangatlah besar, dengan kata lain Ngarep banget. Harapannya tentu saja segala yang dianggap postif untuk kemajuan Negara itu sendiri. Atau kita tidak perlu membahas yang besar dan luas ruang lingkupnya seperti Negara, dalam sebuah keluarga tentu anak-anak yang ada didalamnya diharapkan dapat membuat bangga kedua orang tua.
Pun demikian, problematika dalam tujuan mencapai generasi muda yang baik tentu ada sedikit atau banyaknya.
Pada artikel kali ini saya akan membahas generasi muda bangsa Indonesia saat ini pada sisi negatifnya, tentunya menurut sudut pandang saya pribadi.
Kiranya kita semua sepakat bahwa nakal tidaklah baik bagi siapapun, terutama untuk generasi muda. Maklum lah… saya pernah merasakan yang namanya bangku SMA. Dan sialnya harus terjebak dalam tindakan yang nakal.
Dengan pengalaman itulah akhirnya saya dapat melihat kenyataan bahwa definsi nakal kini di salah artikan oleh “generasi micin”. Dan berdasarkan pengamatan pribadi menggunakan media sosial Facebook dan Instagram serta beberapa artikel yang sempat saya baca, definisi itu terbagi menjadi tiga pembahasan sebagai berikut :
1. Nakal Tapi Jujur
Raut muka saya spontan saja tersenyum sinis dan geli saat pertama kali membaca postingan dengan caption seperti ini. Bagaimanakah bentuk nakal tapi jujur itu? Dan bagaimana pula penerapan perilaku sehari-hari dengan definisi nakal yang seperti ini?
Menurut tafsiran saya pribadi nakal yang seperti ini adalah ketika seseorang yang notabene-nya dianggap nakal, namun masih mengutamakan nilai kejujuran. Mungkin?
2. Nakal Tapi Nggak Munafik
Lain halnya dengan postingan yang berbau “paham” seperti ini, reaksi pertama saya adalah emosi sekaligus geram. Apa pula ini!?... nakal tapi tidak munafik? Hal yang seperti apakah itu?
Spekulasi saya sendiri akan hal ini adalah bahwasanya seseorang yang berperilaku nakal dan tentunya dianggap negatif namun ia tidak berperilaku munafik hanya karena ingin dianggap orang lain baik. Dengan kata lain kalo sudah berperilaku nakal dan dianggap nakal, kenapa mesti membohongi diri dan orang lain dengan tampil menjadi orang yang baik?
Sedikit curhat saja, seringkali saya menyaksikan postingan yang saya anggap memojokkan wanita-wanita yang sudah mantap mengenakan hijab. Postingan yang seperti itu membuat saya harus menganggap bodoh orang tersebut (emosi wa, darah anum).
Dengan bangga-nya dia upload foto dengan caption kurang lebih begini : “Nakal itu soal sikap, karena zaman sekarang lonte aja berhijab”. Etdah… bangga sekali akan kenakalan, bangga sekali dikatakan tidak munafik dan tampil nakal apa adanya. Dan barangkali bangga akan dosa yang tak terasa.
Menurut pemahaman saya sendiri mereka yang merasa nakal itu menganggap bahwa wanita berhijab yang tidak sesuai dengan penampilannya adalah seorang munafik yang ulung.
3. Nakal Tapi Berkelas
Sekilas kita bisa memahami nakal yang seperti ini ketika pribadi yang “katanya” nakal namun dalam hidupnya sudah menunjukkan bahawa pribadi itu berkelas. Ahelah,,, berkelas yang seperti apa pula ini? Lalu adakah orang yang nakal namun tetap berkelas. Dan setahu saya banyak orang yang nakal terlebih dahulu untuk kemudian menjadi orang yang berkelas dalam hidupnya. Sulit dipercaya bagi saya pribadi saat seseorang yang nakal itu berkelas.
Yup demikian pembahasan kita kali ini, berguna atau tidaknya tergantung pada perspekftif individu masing-masing. Saya hanya mengulas dan berbagi apa yang saya tahu, jika ada tambahan pendapat kalian saya tidak sungkan-sungkan menerima dan meresapinya.
-iHD CCK

0 Response to "Definisi Nakal Generasi Micin"
Posting Komentar