Sekolah Bagus Pas Udah Lulus





    Sebuah kejadian klasik yang mungkin pernah    dialami semua siswa di negeri ini, kira-kira begitulah gambaran yang bisa penulis sederhanakan sebisa mungkin untuk dipahami. Ya… meski sepele kelihatannya, hanya berupa perbaikan gedung dan lain sebagainya, sangat tidak bisa diterima karena kita tidak bisa menikmatinya.

     Bagaimana bisa seseorang yang sudah lulus di sekolah itu kembali lagi untuk bersekolah?. Dari nalar saja sudah tidak bisa, masa sudah lulus ingin kembali bersekolah lagi hanya untuk menikmati perbaikan yang dilakukan pihak sekolah. Belum lagi jika berhadapan dengan aturan pendidikan yang tentu tidak membolehkan.

      Tapi walau bagaimanapun penulis disini mewakili perasaan seluruh teman-teman  yang sudah lulus sekolah tapi belum merasakan sensasi perfect yang diberikan sekolah. Memang, jika kita dihadapkan pada pertanyaan bijak “Jangan Tanya apa yang sekolah berikan padamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada sekolah” tentulah penulis tidak dapat berkutik banyak.

      Namun, tidak wajar kah  menuntut sekolah yang kita tempati memberikan yang terbaik untuk kita? Mustahil kah seorang siswa menerima apa yang seharusnya diberikan sekolah? Dan sebagai penutup pertanyaan, apakah memang harus siswa bungkam saja pada sekolah yang tidak maksimal mengelola potensi dirinya?

      Berkaca pada masanya, penulis tidak merasakan sensasi apa-apa pada sekolahnya, di semua tingkatan. Penulis selalu dihadapkan pada sekolah yang biasa-biasa saja menurut sudut pandang pribadinya.

      Jika kembali pada konsep batin yang mengharuskan penulis untuk banyak mengucap kata syukur, tentu saja sekolah yang dilaluinya sangat-sangat jauh melampaui kata-kata “pelayanan sederhana” dan “pelayanan biasa-biasa saja”.

      Lalu jika dihadapkan pada konsep logika penulis, sangat jauh tertinggal dari apa yang diharapkan pada semua tingkatan sekolah yang telah dilaluinya.

     Ataukah penulis yang salah menempati sekolah sehingga kemampuan yang dimilikinya tidak terarah? Tidak, semua sekolah sama saja. Seharusnya memberikan “performa” terbaiknya kepada siswa terlepas apapun visi dan misinya.

Sekolah bagus pas udah lulus, sangat gamblang di ingatan penulis karena telah mengalaminya sejak SD, SMP, dan SMA.

      Tentunya sekolah yang pernah penulis tempati sekarang sangat jauh bagusnya dibandingkan ketika dulu penulis masih menikmati masa sekolah, apa-apa yang diperlukan penulis dulunya baru terwujud saat penulis sudah tak lagi berkutat di bangku sekolah itu sendiri.

      Memang, penulis tentunya kecewa karena saat-saat yang penulis lalui di bangku sekolah tidak sesuai dengan keinginan penulis dan teman-temannya. Begitu hambar ketika hanya bisa menyaksikan sesuatu yang diinginkan bisa dirasakan namun tidak bisa dinikmati saat ini.

      Tapi kemudian penulis menyadari dengan penuh arti, masa-masa untuk penulis telah habis dan memang seharusnya digantikan oleh generasi setelah penulis. Dan tentunya pula sekolah memang seharusnya mengalami kemajuan yang berarti demi kualitas pelayanan yang lebih baik lagi.

      Lagi pula, pada masa penulis mendedikasikan diri pada tiap tingkatan sekolah, masing-masing juga berusaha memberikan pelayanan terbaiknya dan tentu jauh lebih baik ketimbang zaman kakak-kakak tingkat penulis terdahulu. Toh juga, penulis selalu merasa senang karena sekolahnya dulu mengalami kemajuan dan perbaikan disana-sini. Walaupun pada kenyataannya penulis tak dapat menikmati.



0 Response to "Sekolah Bagus Pas Udah Lulus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel