Cowok Itu Perlu Rival




    Rival mudahnya dipahami sebagai lawan tanding atau saingan, memahami rivalitas dapat dilakukan dengan seru melalui anime Naruto Shippuden. Lihat saja persaingan antara Uzumaki Naruto – Uciha Sasuke, Uciha Obito – Hatake Kakashi, Haruno Sakura – Yamanaka Ino. Btw saya terharu woy… anime Naruto yang memuat banyak motivasi udah tamat kalo tidak salah tahun 2014 kemarin.  Lah??? Harus nonton anime apa coba! Ya kali kalo saya wibu yang amatirnya kebangetan sama anime Japan (JAV HD?! Auto dosa!!!). Menemukan anime baru nggak sebercanda itu,,,(auto baper).

    Kembali pada bahasan, saat ini saya memiliki seorang sahabat sekaligus rival yang hebat. Pertama kali bertemu saat acara keakraban jurusan ilmu pemerintahan FISIP UPR tahun 2017. Sewaktu itu ia tampil maju ke depan maba lain termasuk saya untuk menunjukkan keahliannya yang bisa nge-Raff. Apaan coba? Dia nge-Raff woy! Gaje lu vrokh (ujar Ikhsan dalam hati – sewaktu dulu sih). Kerad juga pemuda yang biasa di panggil Yumero ini. Namanya Yumero, nama yang unik menurut saya pribadi. Apakah merupakan gabungan dari You dan Mero? Mama yu kero, mama yu kero, mama yu mero mama… nyanyi dikit lah…wakakak.

    Jiwa seorang cowok itu akan terpanggil pada tantangan yang membuat dirinya menjadi lebih baik, kurang lebih begitulah yang saya rasakan. Tidak begitu ingat kapan kami memulai rivalitas yang seperti tanpa batas nan semakin luas dan buas. Kira-kira ikrar rival itu kami ajukan sewaktu melihat perolehan masing-masing IP semester 1 tahun 2017. Yumero saat itu memperoleh nilai sebesar 3.70, sedangkan saya hanya memperoleh nilai 3.64. ketinggalan yang cukup membuat saya meringis menahan tangis (ngalay dikit).

    Dengan adanya rivalitas! masing-masing kami menjadi buas, kami selalu bertemu kuliah di kelas, berusaha tepat mengerjakan tugas, saling berbagi joke dengan menghina tas (tas kami sama-sama ngenes). Terbaru soal rivalitas kami ada pada persaingan nilai akhir semester 2 dan perang pikiran melalui tulisan. Kalo isi blog saya candaan maka punya Yumero lebih banyak seriusan (baca semua artikel : Tulisan Dua Enam), begitulah sedikit contoh perbedaan yang mengesankan. Berbicara perbedaan, kami memang memiliki perbedaan keyakinan. Saya adalah pemeluk agama Islam, sedangkan Yumero adalah pemeluk agama Kristen. Namun itu bukanlah halangan untuk memiliki rasa persaudaraan atas kemanusiaan, sebagaimana kalimat indah yang di ucapkan oleh seorang imam : “Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan.” – Imam Ali bin Abi Thalib a.s.). Sungguh indah…

   Kembali ke pembahasan, bagi saya memang seharusnya cowok itu punya seorang rival yang tangguh, ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dengan cara belajar bersama lawan melalui persaingan, namun tanpa saling menjatuhkan dan terus memberi dukungan.




   
-Ikhsan HD (cupu-cupu kampus).

0 Response to "Cowok Itu Perlu Rival"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel