NOSTALGIA MASA “SMA”
Tidak salah memang saat “Pak DIDI” salah satu guru SMA saya yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia berkata bahwa “Masa SMA adalah masa yang paling indah dalam hidup”, tentunya pada fase remaja menuju dewasa. Pada awalnya tentu saya berkata baik lisan maupun dalam pikiran perkataan semacam itu adalah tipuan sekaligus guyonan. Bagaimana bisa masa ‘Gila’semacam itu bisa dikatakan indah? Ayolah!!!
Jika saya pikirkan sangat banyak kebodohan yang saya lakukan sewaktu duduk di bangku SMA, salah satunya dengan cara mengingkari maksud perkataan beliau barusan. Ya mau bagaimana lagi? Bisa dibilang pada saat itu saya masih belum berpikir dewasa alias masih anak SMA. Jadi mohon dimaklumi saja.
Singkat cerita, saat ini saya sudah lulus SMA pada tahun 2017 kemarin. Alhamdulillah saya sekarang di kasih kesempatan sama Allah SWT untuk berkuliah menambah bekal ilmu, kuliah sangatlah berbeda dengan sekolah, jika sekolah bisa ketemu teman sekelas hampir setiap hari maka saat kuliah bisa jadi ketemu teman sekelas hanya ada “hari”. BTW saya menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya, untuk jurusannya udah sujud syukur dapat Ilmu Pemerintahan.
Hari ini dan hari selanjutnya jika saya masih di kasih umur oleh Allah SWT akan ada secuil pikiran yang lama terjun dalam otak saya, yaitu tentang ingatan segar maupun buram sewaktu saya bersama dengan teman-teman saya. Ah...semacam mereka ini bagian penting dalam otak saya saja sehingga saya suka memikirkannya. Pun demikian saya juga harus bertarung dengan pikiran saya untuk segera move on, karena kalo tidak saya akan tenggelam hanya pada ingatan yang sama.
Oke pembaca sekalian, seperti yang bisa kalian lihat pada foto di atas adalah sedikit potret kebersamaan saya dengan teman-teman SMA. Saya disini tidak mengurutkan nama dan ciri-ciri mereka sesuai dengan barisan pada foto, yang jelas nama orang di dalam foto tersebut adalah Saputra Budi Raharjo, Saya (Muhammad Ikhsan Hariadi), Sanawiyah, Munada Inzalia, Majidah, Mahdaniah, Watiah dan Zahrotun Nihayah. Oh ya,, satu lagi saat itu sedang bersama kami tapi malah sibuk sendiri yaitu Abdur Rasyad. Well,,, Dimanapun sekarang mereka berada, Respect dari saya!
-Muhammad Ikhsan Hariadi.

Keren.👍👍
BalasHapusKeren.👍👍
BalasHapusSiap 46
HapusSiap!
BalasHapus