Kita Seakan Lupa


Potret klasik 12 IPS IV
     Dari segi apapun kenangan bersama teman dan sahabat adalah sesuatu  berharga dan penting yang kita miliki, proses menemukan mereka berbeda pada setiap individu. Namun sekali lagi, kita seharusnya menjadikan mereka bagian penting dari hidup kita.

   Kita dulu pernah melalui waktu bersama baik suka maupun duka, bahkan alasan kita banyak tertawa hanya karena mereka. Mereka yang dulunya rela melakukan berbagai cara untuk membuat kita tertawa dan meninggalkan kesan atas perilakunya. Mereka yang dulu menanggalkan kesibukannya dan rela membagi waktunya hanya agar selalu bersama kita.

     Kita beberapa kali terjatuh dan mengaduh, lalu uluran tangan dan dukungan yang mereka berikan bagai angin cerah  menerangi wajah yang terlihat gundah. Entahlah… kita bahkan tanpa syarat menganggap mereka yang pernah membuat hidup kita terasa begitu indah.

    Namun sekarang, kita dipenuhi kesibukan diri yang seperti tak pernah usai dan belum pasti berakhir indah. Kita terkesan seperti mengasingkan diri lalu bersikap ogah hanya untuk bertanya kabar atau berbagi kisah-kisah kita sekarang yang mungkin saja indah.

    Diliputi kecanggungan saat ingin bertegur sapa, dibungkus keraguan ingin menegur duluan, dihalangi ego sampai menjadi bego untuk hanya sejenak beranjak dan mengajak mengenang kembali momen hingga tertawa terbahak-bahak.

     Semua berubah, padahal dari hati yang paling dalam kita sekalipun tidak akan membiarkan mereka tenggelam untuk dilupakan. Kita bahkan mencari-cari kesempatan untuk berkumpul kembali, kendatipun hanya sejenak dengan suasana yang mungkin sudah tak lagi enak. “Hey, aku sangat rindu dengan kalian teman dan sahabat!” kiranya begitu jiwa kita berteriak.

     Kita seakan lupa bahwa mereka bagian hidup yang berharga, kita seakan lupa bahwa pernah tertawa bahagia bersama mereka, kita seakan lupa dulu berjuang tak kenal lelah padahal semuanya tak mudah namun berakhir jadi kenangan yang indah.

Kita seakan lupa…. Pada mereka semua

Namun sejatinya ingin kembali bersama, walau tak selamanya. 

0 Response to "Kita Seakan Lupa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel