Pentingnya “Keramian” dengan Teman-teman SMA

(Ahmad Khoiruddin/Kekanak Kacong sedang merajuk alias baperan)

Artikel ini gue dedikasikan buat teman-teman SMA yang selalu mau meluangkan waktu entah pengen sekedar bertemu lebih-lebih mengobati rindu (bagi yang tidak bisa, semoga ada waktu untuk ketemu). Babah Anang Seimuri alias bapak kandung gue pernah memberikan wejangan betapa pentingnya teman dalam kehidupan, pun kalo temanan jangan pernah milih-milih dan memandang siapa dia, pastikan pertemanan adalah hal yang menyenangkan sekalipun tidak akan selamanya senang. Ini memberi gambaran jelas ke gue kalo teman itu juga salah satu “aset” yang setidaknya menjadi prioritas tujuan kita untuk hidup sebagai manusia dan memberi pengaruh pada manusia lainnya.

Omong kosong jika kita tidak pernah sekalipun punya rasa enggan untuk ketemu teman walau sangat mudah untuk ketemu, contohnya saat sekolah tiap 6 hari dalam seminggu, datang kerja kelompok pas tugas sekolah, balik ke sekolah lagi karena ada agenda sekolah. Yang gue maksud disini adalah betapa mudahnya cara kita untuk ketemu tanpa perlu mencuri-curi waktu dan kita malah punya rasa tidak ingin ketemu. Tentu saja ada banyak faktor dan hal yang menyebabkan itu, salah satunya manusia itu cepat mudah bosan, belum lagi konflik antar teman yang tidak bisa kita publikasikan.

Sedikit singgungan soal teman di atas gue buka untuk memulai bahasan ringan yang muncul begitu saja di otak gue beberapa saat lalu sampai akhirnya gue tuliskan. Pentingnya Keramian dengan Teman-teman SMA, “Keramian” (Ramai-ramaian, asyik-asyikkan) adalah kata yang sering gue ucapkan baik vokal maupun verbal dan cenderung gue tujukan saat berada di sekitar teman-teman. Tentu saja kata “Keramian” itu sendiri mempunyai penggunaan yang dapat kita temukan dalam banyak hal pada hasilnya. Contoh… saat bermain game tentu saja gue akan keramian bermain game.

Waktu memang “gila”, tak terasa berlalu begitu saja. Itu terbukti dari banyaknya teman-teman satu kelas SMA gue yang sudah menikah dan mempunyai anak, ada yang sudah bekerja beberapa tahun di perusahaan swasta, ada yang merantau ke berbagai tempat baik untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan. Semua sibuk dengan urusan masing-masing dan cenderung itulah prioritas mereka, bahkan bisa dibilang dalam diri masing-masing mulai berfokus pada teman baru yang lebih intens bertemu dalam pekerjaan ataupun pendidikan. Semua itu hal wajar, seperti pada kasus saat kita SMA dan tiba-tiba kikuk dengan teman masa SMP atau SD dulu. Mau bagaimanapun itu adalah fase yang akan dihadapi tiap orang yang pada akhirnya tergantung bagaiamana cara ia menghadapinya.

Hal yang menarik masa SMA adalah fase terakhir masa remaja kita di bangku sekolah yang banyak meninggalkan bekas pada hati masing-masing dan cenderung berkesan. Beruntung kalian jika pernah berbuat hal yang menurut kalian benar walau menurut guru itu salah, itu menandakan kalau kalian benar-benar menikmati masa SMA. Bahkan kenakalan yang tidak menimbulkan kerugian besar atau kenakalan ringan khas remaja gue akuin adalah hal yang penting untuk dikenang dan menjadi pengingat kalau gue pernah mengalami masa remaja yang manis. Soal kenakalan ini adalah murni opini pribadi dan bisa diperdebatkan kapan saja. Balik ke pembahasan, mengingat masa SMA tadi adalah masa sekolah terakhir kali, maka otomatis dengan teman-teman masa SMA juga kebanyakan orang masih mempertahankan persahabatan. 

Maka dari itu sangat penting untuk sesekali ngumpul dengan teman SMA dulu, selain bernostalgia mengobati rindu atau berbagi pengalaman satu sama lain. Ngumpul ini juga pembuka rejeki di traktir temen ketika kantong sedang bokek, pun demikian jangan keseringan bokek biar gak jadi beban teman. Gue cenderung menghabiskan uang ketika berada di kampung halaman untuk ngumpul bersama teman-teman atau berkunjung ke rumah teman satu persatu. Selagi ada uang dan waktu yaaa gue sama sekali gak keberatan untuk itu, malah teramat sangat perlu. Yang gue takutkan Cuma bakal ganggu waktu mereka karena perbedaan kesibukan atau gak ada waktu.

Sejak lulus SMA beberapa tahun lalu gue menyadari betapa pentingnya keramian dengan teman satu kelas karena libur setelah ujian dan menunggu pengumuman hasil kelulusan tergolong lama dan membosankan. Sebenarnya gejala rindu dengan teman sekelas itu udah pernah dan sering gue alamin pas kelas 10 dan 11, namun mau berapa lama pun yaa tetap ketemu pada akhirnya. Di kelas 12 tentu udah beda, yang gak bakal ada jaminan bisa ketemu tiap hari secara lengkap satu kelas atau enggak. Bahkan reunian (gue ragu ini ada) nanti pun gak akan menjamin hal itu, idealisme yang gue agungkan bakal ketemuan sama teman satu kelas secara lengkap suatu hari nanti perlahan goyah, pupus, bahkan sirna sama sekali. Kini gue hanya bisa menatap realita yang bisa menjatuhkan gue kapan saja.

Berkaca dari perkiraan gue diatas yang berdasar maupun tidak, maka di akhir bacotan soal pentingnya asyik-asyikan bersama teman dari sudut pandang gue pribadi. Maka akan gue tutup dengan opini tambahan selain beberapa pernyataan diatas menyangkut pentingnya momen bersama teman SMA. Kita gak akan tahu kedepannya bakal seperti apa, selagi sempat ngumpul dengan teman-teman yang pernah menemani manisnya masa remaja kita di sekolah dulu pastikan kita ada untuk itu, lebih-lebih jika mereka yang mengajak padahal mereka lebih sibuk dari kita. Break sejenak dari kehidupan yang keras dengan menghangatkan diri dan pikiran bersama mereka melalui candaan-candaan dan obrolan remeh bukan opsi yang buruk serta patut dinikmati.

Keramian bersama teman-teman itu juga gak sebatas ngumpul doang sambil minum di kedai, kafe atau pasar. Ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti liburan bareng, masak-masak atau minimal becanda di grup kelas yang dibuat via aplikasi sosial media. Begitu banyak jalan sebenarnya, itu Cuma tergantung dari masing-masing kita yang apakah sudah berusaha, mau, ingin, minat, tertarik melakukannya. 

Jika saat-saat ngumpul masih ada konflik antar teman yang belum terselesaikan, setidaknya kita akan punya motivasi menyelesaikannya karena barangkali dengan ketemu itulah perasaan ingin memperbaiki hubungan dan saling memaafkan bisa muncul pada saat itu. Kalau pun tidak, kita masih punya motivasi ketemu teman akrab yang lain dan ngobrol sepuasnya, karena adalah bodoh jika kita melakukan hal absurd dengan berkonflik ke semua teman. Gue sendiri pun tak luput dari konflik dengan teman yang rasanya sulit sekali gue selesaikan, namun gue ikut ngumpul dan keramian karena gue masih punya banyak teman lain yang pengertian. Dan… sekian, aku cinta kalian teman-teman. 

-iHD CCK


0 Response to "Pentingnya “Keramian” dengan Teman-teman SMA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel