Konsisten Menulis, Kadang Sulit dan Sedikit Berbelit
Sepertinya beberapa orang sudah mengira aku berhenti menulis dan tidak aktif membuat opini melalui celotehan yang aku tuangkan dalam bentuk artikel. Hal itu sepenuhnya wajar, mengingat beberapa bulan ini aku hanya menyentuh laptop untuk sekedar menonton film dan bermain game. Padahal menulis tidaklah sulit, sekarang sudah abad 21 dan perkembangan teknologi semakin pesat lalu akhirnya mempermudah aktivitas manusia, khususnya kegiatan menulis. Bahkan menulis di kolom status Facebook setidaknya untuk seminggu sekali, yang penting menulis kan?
Entahlah, semuanya terasa sulit dan berbelit apabila kemalasan dalam diri sudah menghampiri, megendap secara perlahan dan menerkam dengan kejam. Rasa malas memang begitu, sekalipun aku nanti menjadi CEO perusahaan makanan ringan yang aku dirikan rasa malas tetap hidup denganku berdampingan. Yang aku perbuat hanya ada satu kata. “Lawan!”, wah… sudah seperti aktivis kampus saja aku. Namun memang seharusnya kita melawan sesuatu yang membuat progres kita stagnan lebih-lebih mundur perlahan.
Konsisten terhadap sesuatu yang baik untuk kemajuan diri sendiri itu bagus, toh semua orang tahu juga kalau konsisten itu tidak mudah dilakukan. Selalu ada halangan, banyak rintangan dan jangan lupa pasti ada persimpangan. Berbicara hal kemajuan itu, aku suka menulis artikel dan berniat konsisten menekuninya agar mempermudah menulis karya ilmiah mengerikan untuk setiap mahasiswa nantinya, ia yang disebut “Skripsi”. Sialnya konsisten menulis ini memang kadang sulit dan berbelit.
Menulis kadang sulit yang aku maksud adalah bagaimana harus membuat alur tulisan sehingga dipahami oleh pembaca. Jujur saja, hal itu sulit sampai-sampai membuat konsistensi dalam menulis kadang hilang begitu saja. Itu sebabnya tulisan yang aku publikasikan di blog ini kadang-kadang memiliki jeda dalam kurun waktu beberapa bulan.
Selanjutnya soal konsiten menulis itu berbelit, hal ini sebelumnya sudah aku singgung diatas tentang kemalasan yang datang begitu saja. Aku tiba-tiba tidak konsisten menulis karena merasakan kalau menulis itu berbelit, maksudnya ketika aku menemukan ide menulis, bukannya langsung eksekusi aku malah berpikir memasukan ide-ide lain yang tidak relevan dengan tulisan yang aku buat. Akibatnya itu terasa berbelit dan sekali lagi harus mempengaruhi konsistensi menulis.
Kalau hanya soal terbiasa, aku sudah terbiasa menulis dan membuat opini. Namun yang diperlukan adalah ide segar agar tulisan menarik lebih-lebih mempengaruhi orang lain. Menulis tak beda seperti membuat film, harus ada alur yang jelas, pesan yang ingin disampaikan, kejutan-kejutan agar menarik minat pembaca untuk lebih mendalami hal yang ingin disampaikan penulis.
Sesuatu yang menarik minat apabila ditekuni bukan berarti selalu berjalan mudah, selalu ada kesulitan dan jalan buntu yang pasti menghampiri. Untuk itulah diperlukan konsistensi.

0 Response to " Konsisten Menulis, Kadang Sulit dan Sedikit Berbelit"
Posting Komentar