Essay Sejarah, Proses Pembentukan, Peran, Kedudukan, Fungsi, Jenis Dan Sifat Partai Politik Oleh Muhammad Ikhsan Hariadi

 




1.     Sejarah Partai Politik

Partai politik lebih dulu lahir di Negara-negara Eropa Barat, hal ini tidak terlepas dari meluasnya gagasan bahwa rakyat adalah faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik yang terjadi dalam sebuah Negara. Maka dengan alasan itu partai politik telah lahir secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. 

Di awal perkembangannya, pada akhir decade 18-an di Negara-negara Barat seperti Prancis dan Inggris memusatkan kegiatan hanya pada kelompok-kelompok politik dalam parlemen. Mulanya kegiatan ini bersifat elitis dan aritokratis, dengan mempertahankan kepentingan kaum bangsawan terhadap tuntutan-tuntutan raja. Namun dengan semakin meluasnya hak pilih, kegiatan politik akhirnya juga berkembang di luar parlemen dengan terbentuknya panitia-panitia pemilihan yang bertugas mengatur pengumpulan suara para pendukungnya menjelang masa pemilu (dapat juga disebut Caucus Party).

Merasa perlu untuk memperoleh dukungan dari berbagai golongan masyarakat, lambat laun kelompok-kelompok politik di parlemen berusaha mengembangkan organisasi massa. Dengan alasan itu pada akhir abad ke – 19 lahirlah partai politik sebagai organisasi massa yang selanjutnya berkembang sebagai penghubung antara rakyat dan pemerintah. Sedangkan di Indonesia sendiri faktor kemunculan partai politik tak terlepas dari terciptanya iklim kebebasan yang luas bagi masyarakat setelah runtuhnya pemerintahan kolonial Belanda. 

2.     Proses Pembentukan Partai Politik


Pendapat yang dikemukakan Lapalombara dan Weiner setidaknya ada 3 teori proses pembentukan partai politik yang mencakup teori kelembagaan yang melihat adanya hubungan antara parlemen awal dengan timbulnya partai politik , teori situasi historik (aspek sejarah) yang melihat timbulnya partai poltik untuk mengatasi krisis yang ditimbulkan dengan perubahan masyarakat secara luas, serta teroi pembangunan yang melihat partai politik sebagai produk modernisasi sosial ekonomi.

3.     Peran Partai Politik

Dalam pendapat yang ia kemukakan Firmanzah menyebut bahwa peran dan fungsi partai politik dibedakan menjadi dua, yaitu berdasar fungsi internal dan juga fungsi eksternal. Pada fungsi internal, partai politik memiliki peran dalam pembinaan, pendidikan, pembekalan, dan pengkaderan bagi anggota partai politik demi langgenggnya ideology politik yang menjadi latar belakang pendirian partai politik itu sendiri.

            Sedangkan dala fungsi eksternal partai politik beperan untuk ruang lingkup yang lebih luas yaitu masyarakat, bangsa, dan Negara. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab partai politik yang juga mecakup tanggung jawab konstitusional, moral, dan etika untuk membawa kondidi serta situasi masyarakat menjadi lebih baik.

4.     Kedudukan Partai Politik

 

Partai politik berkedudukan sebagai suatu organisasi politik resmi (berdasarkan aturan perundang-undangan sah) yang dibentuk oleh orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama dengan tujuan untuk menguasai pemerintahan dengan cara menempatkan anggota-anggota partai itu sendiri dalam pemerintahan melalui pemilu.

5.     Fungsi Partai Politik

 

Hadirnya partai politik memiliki makna penting sebagai sarana bagi ekspresi kepentingan masyarakat dalam asosiasi yang sedemikian luas, serta juga sarana yang dapat dimainkan untuk kepentingan sosialisasi kebijakan pemerintah yang tentu tidak hanya mewakili kepentingan partai itu sendiri, demikian juga pencapaian atas kepentingan masyarakat melalui wakil-wakilnya secara mayoritas.

 

Melalui pemahaman partai, politik dan partai politik, maka dapat dipahami prinsip dasar partai politik baik itu sebagai koalisi, organisasi maupun pembuat kebijakan. Oleh sebab itu fungsi partai politik adalah sebagai Sarana komunikasi, sosialisasi, rekrutmen, artikulasi dan agregrasi, serta pengatur konflik (di tengah masyarakat). Sedangkan menurut Almond dan Powell setidaknya ada 3 fungsi partai politik yaitu rekrutmen politik, sosialisasi politik serta artikulasi dan agregasi kepentingan

6.     Jenis dan Sifat Partai Politik

A.    Sistem Kepartaian Berdasarkan Jumlah Partai Politik, menurut Maurice Duverger yaitu :

1). Sistem Partai Tunggal

Ada dua pengertian tentang hal ini, yang pertama adalah ketika dalam suatu Negara memang benar-benar terdapat satu buah partai. Kedua, pada suatu Negara terdapat beberapai partai, namun hanya satu partai saja yang dominan, sedang partai lain hanya sebagai pelegkap.

2). Sistem Dwipartai

Biasanya dimaknai sebagai dua partai di antara beberapa partai, yang berhasil memenangkan dua teratas dalam pemilu secara bergiliran, dan dengan begitu akhirnnya kedua partai mempunyai kedudukan dominan.

3). Sistem Multipartai

Sistem ini dipilih karena faktor keanekaragaman budaya politik pada suatu Negara. Dan para wakil budaya itu sendiri menciptakan organisasi massa.

B.    Sistem Kepartaian Berdasarkan Jarak Ideologi Antarpartai Politik, pendapat ini dikemukakan oleh Giovani Sartori yaitu :

1). Sistem Kepartaian Pluralisme Sederhana

Memiliki kutub partai yang bipolar, tidak memiliki polaritas, dan arahnya cenderung sentripetal.

2) Sistem Kepartaian Pluralisme Moderat

Memiliki kutub partai yang bipolar, terdiri atas tiga atau empat partai sebagai basis, dengan polaritas kecil (proses depolarisasi), dan arahnya sentripetal.

3). Sistem Kepartaian Pluralisme Ekstrem

Memiliki kutub partai yang multipolar, dengan polaritas antarkutub yang cenderung besar, dan mengalami gaya sentrifugal. 

Referensi :

Buku :

Dr. Labolo, Muhadam dan Teguh Ilham, S.Stp. 2015. Partai Politik dan Sistem Pemilihan Umum Di Indonesia : Teori, Konsep dan Isu Strategis. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Mendeley App Format :

Sistem, N A N. n.d. “Nan Sistem Phmilihan Umum Di.”

0 Response to "Essay Sejarah, Proses Pembentukan, Peran, Kedudukan, Fungsi, Jenis Dan Sifat Partai Politik Oleh Muhammad Ikhsan Hariadi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel