Mengingat Tentangmu
Ah… sudah biasa jika aku selalu saja mengingat dirimu, suaramu, tingkahmu, senangmu, bahagiamu, bahkan cara ngambekmu. Itu hanya segelintir kecil apa yang aku ingat tentang kamu lalu aku tuliskan, jika semuanya takut yang baca akan bosan, padahal aku senang-senang saja.
Kita berdua tahu, mereka tahu, semesta akan tahu jika kuberitahu. Kita sudah menjalani hari kita masing-masing, tidak seperti dulu saat rutinitas mempertemukan kita. Ya, dulu aku dan kamu datang ke tempat yang sama untuk tujuannya yang sama, bersekolah.
Tak perlu memikirkan cara agar bagaimana bisa bertemu denganmu, karena hari yang membuat kita berpisah sesaat untuk diam dirumah masing-masing adalah hari minggu dan libur nasional atau libur sekolah. Cukup bergumam “Kamu pasti besok tambah cantik” lalu saat tiba disekolah aku melihatmu dalam keadaan sempurna.
Dulu, bahkan tanpa uang jajan atau turun hujan sekalipun aku tetap bergegas untuk menunaikan kewajiban belajar yang dibebankan oleh kedua orang tuaku dan menteri pendidikan. Bahkan kamu juga wajib menjadi motivasi untuk aku selalu tiba disekolah, pun juga belum dapat dipastikan kamu ada disana dengan senyum yang sama setiap harinya.
Ah.. teringat lagi saat aku mampu membuat kamu tersenyum dan tertawa karena tingkah ku, wajah ku menunjukkan ekspresi biasa saja, namun hatiku bangga dan bahagia luar biasa. Ya, kamu patut mengetahuinya. Bahwa. Aku mencintai kamu apa adanya sekaligus ada apanya. Jangan Tanya soal ada apanya, sudah jelas karena kamu cantik adanya.
Haha! Lucu memang jika tiba-tiba terlintas di benak untuk mengulang kembali masa-masa itu, saat aku kadang bisa berdua denganmu. Saat aku cemburu karena kamu. Saat kamu yang marah-marah karena kelakuan ku. Temasuk ketika benar-benar kamu malah secara diam-diam memperhatikanku dengan tingkah cuek mu. Aku suka semua itu, apakah kamu juga begitu?
Hey, sekarang apa kabar kamu.
Sudah makan dan minum? Sudah mandi? Sudah gosok gigi? Sudah tidur siang? Sudah menghapus notifikasi gawai? Sudah bercanda dengan teman baru mu? Sudah baca doa untuk kedua orang tuamu? Dan… sudah kah mengingatku?
Aku tak perlu jawabanmu, aku perlu kamu sudah melakukan apa yang menjadi pertanyaanku itu.
Aku hanya bisa mengingat tentangmu, kita sudah tak dapat sering bertemu seperti dulu. Aku tentu berharap alur hidupmu dan alur hidupku akan bertemu menjadi satu. Itu adalah harapanku sejak dulu. Itu adalah mimpi masa remaja ku.
Benar bahwasanya mencintai tak harus memiliki, mencintai juga menurutku ketika bisa menerima apapun keputusan terbaik orang yang dicintai, termasuk ketika tidak ingin bersamaku. Mencintai juga harus mengerti bahwa kadang kamu sudah tak lagi menerimaku seperti dulu, seperti saat ku cubit pipi kamu dan ada senyum setelah itu, senyum kamu.
Sekarang aku bukanlah anak remaja yang dulu begitu sangat-sangat mencintai dan tak ingin lepas darimu. Kusadari sepenuhnya bahwa banyak ketidakmungkinan yang menghantui sekaligus menghajarku seakan memberitahu kamu bukan milikku, bukan untukku.
Tenang…, aku selalu mencintaimu, selalu begitu, selalu ingin kamu, selalu ingin menjadi pelindungmu.
Namun kita tahu, keinginanku tak sejalan dengan keinginanmu. Itu karena tingkah ku dulu, yang tiba-tiba berbelot tidak ingin serius denganmu. Mengingat tentangmu juga mengingat semua kesalahan ku. Sekarang aku hanya perlu berdamai dengan masa lalu itu. Kesalahan itu.

Njaaay ya... Intonasinya dilan :D
BalasHapusDilan is panutan dalam berbaku hantam
Hapus