Rangkuman Buku Memahami Penelitian Kualitatif (Dilengkapi Contoh Proposal dan Laporan Penelitian) oleh Prof. Dr. Sugiyono, Penerbit Alfabeta. Bab II : Masalah, Fokus dan Judul Penelitian. Halaman 29-38.
BAB II
MASALAH, FOKUS DAN JUDUL PENELITIAN
A. Pengertian Masalah
Salah satu aspek penting dalam penelitian kualitatif adalah masalah penelitian, masalah penelitian adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi, penyimpangan antara teori dengan praktik, penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan, dan penyimpangan antara pengalaman masa lampau dengan yang terjadi saat ini. Contohnya seperti yang diharapkan iklim kerja yang kondusif, tetapi yang terjadi justru sebaliknya (tidak menyenangkan).
B. Masalah Dalam Penelitian Kualitatif
Penelitian sejatinya akan berangkat dari masalah. Dalam kajian penelitian kualitatif, ada tiga kemungkinan yang akan terjadi terhadap masalah yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama masalah yang dibawa oleh peneliti tetap (tidak berubah), sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama. Yang kedua “masalah” yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah disiapkan. Maka dengan begitu tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup disempurnakan. Yang ketiga “masalah” yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total, sehingga harus “ganti” masalah. Dengan demikian judul proposal dengan judul penelitian tidak sama dan judulnya diganti.
C. Fokus Penelitian
Salah satu pendapat tentang gejala dalam penelitian kualitatif gejala itu bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisah-pisahkan), sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan peneitiannya hanyar berdasarkan variabel penelitian, namun keseluruhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor) dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Jika pada metode penelitian kuantitatif peneliti membatasi masalah karena sifatnya luas (satu atau lebih variabel) maka dalam penelitian kualitatif ada istilah “fokus” yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum.
Dalam mempertajam penelitian,
peneliti kualitatif menetapkan fokus. Menurut Spradley, fokus merupakan domain
tunggal atau beberapa domain yang terkait dari situasi sosial. Dalam penelitian
kualitatif, penentuan fokus dalam proposal lebih didasarkan pada tingkat
kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial (lapangan). Fokus
inti dalam penelitian kualitatif diperoleh setelah peneliti melakukan grand tour observation dan grand tour question atau yang disebut
dengan penjelajahan umum.
Spradley
dalam Sanapiah Faisal (1998) mengemukakan empat alternatif untuk menetapkan fokus
yaitu :
1. Menetapkan
fokus pada permasalahan yang disarankan oleh informan
2. Menetapkan
fokus berdasarkan domain-domain tertentu organizing domain
3. Menetapkan
fokus yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan iptek
4. Menetapkan
fokus berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada
Bentuk Rumusan Masalah
Berdasarkan level of explanation suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.
1. Rumusan
masalah deskriftif ialah suatu rumusan masalah yang membawa peneliti untuk
mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara
menyeluruh, luas dan mendalam (indepth).
2. Rumusan
masalah komparatif adalah rumusan maslah yang memandu peneliti untuk
membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan dengan yang
lain.
3. Rumusan
masalah asosiatif atau hubungan ialah rumusan masalah yang membawa peneliti
untuk mengkontruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang
lainnya. Ada tiga rumusan masalah ini secara lebih lanjut, yaitu hubungan
simetris sebagai hubungan suatu gejala yang munculnya bersamaan sehingga bukan
merupakan hubungan sebab akibat interaktif. Hubungan kausal yaitu hubungan yang
bersifat sebab dan akibat. Selanjutnya yang terakhir adalah hubungan reciprocal
yaitu hubungan yang saling mempengaruhi.
Dalam penelitian kualitatif, rumusan masalah yang merupakan fokus penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk lapangan atau situasi sosial tertentu. Peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif, pada tahap awal penelitannya kemungkinan belum memilik gambaran yang jelas tentang aspek-aspek masalah yang akan ditelitinya. Ia akan mengembangkan fokus penelitian sambil mengumpulkan data. Proses seperti ini disebut “emergent design” (Lincoln dan Guba, 1985: 102)
Pada
penelitian kualitatif, pertanyaan penelitian tidak dirumuskan atas dasar
definisi operasional dari suatu variabel penelitian. Pertanyaan penelitian
kualitatif dirumuskan dengan maksud untuk memahami gejala yang kompleks dalam
kaitannya dengan berbagai aspek lain (dalam konteks).
Contoh rumusan masalah dalam
proposal penelitian kualitatif tentang suatu peristiwa.
1. Apakah
peristiwa yang terjadi dalam situasi sosial atau setting tertentu (rumusan
masalah deskriptif)
2. Apakah
pristiwa itu berhubungan dengan peristiwa lain dalam situasi sosial yang sama
atau situasi sosial yang lain (rumusan masalah asosiatif)
3. Apakah
peristiwa itu sama atau berbeda dengan peristiwa lain (rumusan masalah
komparatif)
Contoh 2 Rumusan masalah tentang
kemiskinan
1. Bagaimana
gambaran rakyat miskin di situasi sosial atau setting tertentu? (rumusan
masalah deskriptif)
2. Bagaimanakah
pola terbentuknya mereka menjadi miskin (rumusan masalah asosiatif reciprocal)
3. Apakah
pola terbentuknya kemiskinan antara satu keluarga dengan yang lain berbeda
(masalah komparatif)
Contoh 3 Rumusan masalah tentang
manajemen
1. Bagaimanakah
iklim kerja atau suasana kerja pada organisasi tersebut? (masalah deskriptif)
2. Bagaimanakah
pola penyususnan anggaran pendapatan dan belanja organisasi itu (masalah
asosiatif)
3. Apakah kinerja organisasi tersebut berbeda dengan organisasi lain yang sejenis (masalah komparatif)
E.
Judul
Penelitian Kualitatif
Umumnya judul dalam penelitian kualitatif disusun
berdasarkan maslah yang telah ditetapkan. Dengan demikian judul penelitiannya
harus sudah spesifik (lebih khusus) dan mencerminkan permaslahan dan variabel
yang akan diteliti. Karena masalah yang dibawa oleh peneliti masih bersifat
sementara, dan bersifat holistik (menyeluruh) maka dalam penelitian kualitatif
yang dirumuskan dalam proposal juga masih bersifat sementara, dan akan
berkembang setelah memasuki lapangan. Judul laporan penelitian kualitatif yang
baik justru berubah atau mungkin diganti. Judul penelitian kualitatif tentu
saja tidak harus mencerminkan permasalahan dan variabel yang diteliti, tetapi
lebih pada usaha untuk mengungkapkan fenomena dalam situasi sosial secara luas
dan mendalam, serta menemukan hipotesis dan teori.
Contoh-contoh judul penelitian
kualitatif :
1. Organisasi
Pemerintah yang Efektif dan Efisien pada Era Otonomi Daerah
2. Membangun
Iklim Kerja yang Kondusif
3. Makna
Pembangunan Bagi Masyarakat Miskin
4. Strategi
Hidup Masyarakat yang Tanah dan Rumahnya Tergusur
5. Model
Belajar Anak yang Berprestasi
6. Profil
Guru yang Efektif Mendidik Anak
7. Pola
Perkembangan Karir bagi Orang-Orang Sukses
8. Makna
Gotongroyong Bagi Masyarakat Modern
9. Makna
Sakit Bagi Pasien
10. Kesejahteraan
Menurut Orang Miskin

0 Response to "Rangkuman Buku Memahami Penelitian Kualitatif (Dilengkapi Contoh Proposal dan Laporan Penelitian) oleh Prof. Dr. Sugiyono, Penerbit Alfabeta. Bab II : Masalah, Fokus dan Judul Penelitian. Halaman 29-38."
Posting Komentar