Rangkuman Materi Kekuasaan Politik
BAB 4
KEKUASAAN POLITIK
4.1 Pengantar
Dalam
proses politik kekuasaan dilihat sebagai suatu gejala yang muncul dalam proses
politik itu sendiri, namun tidak semua ilmuwan politik yang menyepakatinya.
Beberapa ahli menyarankan semestinya konsep kekuasaan ditinggalkan karena sarat
akan makna emosional. Bagaimanapun juga tampaknya politik tanpa kekuasaan
seperti agama tanpa moral.
Dalam poin-poin yang terdapat dalam ilmu politik
sendiri ada sejumlah konsep yang erat kaitannya dengan konsep kekuasaan (power)
yang meliputi pengaruh (kemampuan mempengaruhi orang lain dengan
sendirinya/sukarela), persuasi (meyakinkan orang lain dengan pendapat yang
berdasar), manipulasi (mempengaruhi tanpa disadari yang dipengaruhi), koersi
(paksaan/ancaman dari pemilik kekuasaan untuk mengikuti kemauannya) serta
kewenangan (hak yang melekat atas dan memiliki dasar).
Umumnya
kekuasaan dapat dimaknai sebagai kemampuan menggunakan sumber-sumber pengaruh
yang ada untuk mempengaruhi perilaku pihak lain sampai akhirnya pihak yang dipengaruhi
berperilaku sesuai dengan kehendak pihak yang mempengaruhi itu sendiri.
Sedangkan
kekuasaan politik dipahami sebagai kemampuan menggunakan/mengaplikasikan sumber-sumber pengaruh yang dimiliki untuk
mempengaruhi proses pembuatan serta pelaksanaan keputusan politik (dalam
kepentingan umum dapat berupa regulasi/kebijakan dan lain-lain) sehingga
keputusan itu menguntungkan dirinya (individu), kelompok atau publik pada
umumnya. Menggunakan kekuasaan dalam politik dapat membawa kebaikan bersama
atau sebaliknya tergantung dari tujuan si pengambil keputusan politik.
4.2 Dimensi-Dimensi Kekuasaan
4.2.1 Potensil dan Aktual
· Kekuasaan
potensial kekuasaan yang belum mewujutkan tetapi seseorang mempuyai Kelebihan atau kekayaan, tetapi
belum menggunakannya kepada pihak lain.
· Kekuasaan
aktual, kekuasaan yang sudah diwujudkan pelaku sudah memiliki sumber kekuasaan
dan sudah menggunakan untuk mempengaruhi pihak lain.
4.2.2 Konsensus dan Paksaan
· Kekuasaan
konsensus ,kekuasaan yang sumber kekuasaannya berupa kesadaran akali. dengan
menggunakan sumber tersebut, maka pihak yang dipengaruhi bersepakatan dan rela
dipengaruhi oleh penguasa.
· Kekuasaan
paksaan, kekuasaan yang sumber kekuasaanya berupa pengacaman dan penyerangan
beraspek materi [fisik, ekonomi, kesehatan dan lainya] nonmateri psikis dan
lain sebagainya.
4.2.3 Positif dan Negatif
· Kekuasaan
positif, kekuasaan yang pengaruhnya berupa tindakan yang sesuai dengan apa yang
seharusnya.
· Kekuasaan
negatif, kekuasaan yang pengaruhnya berupa mencegah pihak lain untuk berbuat
yang tidak perlu bahkan yang merusak.
4.2.4 Jabatan dan Pribadi
· Kekuasaan
jabatan,wujud kekuasaan atau kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang
dan hak seorang pegawai dalam organisasi atau instansi pemerintahan.
· Kekuasaan pribadi, kekuasaan yang di dapatkan dari seseorang atau kelompok untuk menjalankan wewenang sesuai yang di berikan dan wewenang tersebut tidak boleh di jalankan melebihi wewenang yang telah di jalankan.
4.2.5 Implisit dan Eksplisit
· Kekuasaan
implisit, kekuasaan yang di sampaikan tidak melalui isyarat.
· Kekuasaan
eksplisit ,kekuasaan yang memiliki pengaruh jelas yang dapat terlihat dan di
rasakan.
4.2.6 Langsung dan Tidak Langsung
· Kekuasaan
langsung, hal yang di ucapkan atau di serahkan tanpa adanya tangan ke dua atau
perantara dalam prosesnya.
· Kekuasaan
tidak langsung, hal yang di ucapkan atau di serahkan dengan adanya tangan ke
dua atau perantara dalam proses.
4.3 Pelaksanaan Kekuasaan Politik
Sehubungan
dengan kekuasaan politik, ada tiga masalah utama yang selalu diamati yakni
bagaimana kekuasaan itu didistribusikan, tentang bagaimana kekuasaan di
laksanakan dan mengapa seseorang atau kelompok dapat memiliki kekuasaan yang
lebih besar dari yang lain. Pelaksanaan
kekuasaan politik ada beberapa faktor yang dikaji,yakni bentuk dan jumlah
sumber, distribusi sumber, kapan sumber-sumber kekuasaan itu digunakan dan
hasil penggunaan sumber-sumber kekuasaan.
4.3.1 Bentuk dan Jumlah Sumber
Banyaknya
dan besarnya kekuasaan yang dimiliki seseorang atau kelompok merupakan penjumlahan sumber kekuasaan utama
dan sumber kekuasaan pelengkap.
4.3.2 Distribusi Sumber Dalam
Masyarakat
Sumber kekuasaan tidak pernah terdistribusikan secara marata dalam setiap masyarakat taupun sistem politik. Distribusi sumber kekuasaan ditentukan dengan susunan masyarakat, tingkat perkembangan pendidikan dan teknologi, tipe birokrasi dan tingkat, jenis serta kualitas pengadaan barang dan jasa. Setiap masyarakat memiliki persepsi dan penilaian yang berbeda terhadap sumber kekuasaan
4.3.3 Penggunaan Sumber-sumber
Bagi
setiap orang atau kelompok setidaknya ada tiga pilihan dalam menggunakan sumber
kekayaan, yaitu digunakan ke dalam kegiatan nonpolitik seperti berbelanja, Selanjutnya
menginvestasikan sumber tersebut ke bank maupun membeli barang-barang
berharga,dan yang ketiga digunakan untuk mempengaruhi proses politik.
4.3.4 Hasil Penggunaan
Sumber-sumber
Hasil
penggunaan sumber-sumber ialah jumlah dari individu yang dapat dikendalikan
oleh pemegang kekuasaan, baik sektor- sektor kehidupan maupun kedalaman
pengaruh dari kekuasaan terhadap individu dan masyarakat.
4.3.4.1 Jumlah Individu
Yang Dikendalikan
Yang dimaksud dengan jumlah individu yang dikendalikan ialah jumlah
anggota masyarakat yang menyesuaikan diri dengan kehendak dari pemegang
kekuasaan.
4.3.4.2 Bidang-bidang
kehidupan Yang Dikendalikan
Dalam bidang-bidang kehidupan yang
dikendalikan yakni meliputi bagian-bagian kehidupan atau urusan-uruasan yang
ditangani dan dikendalikan oleh pemegang kekuasaan.
4.3.4.3 Kedalaman
Pengaruh Kekuasaan
Kedalaman pengarauh kekuasaan ialah seberapa dalam perilaku individu
dipengaruhi oleh pemegang kekuasaan.
4.4
Distribusi Kekuasaan
4.4.1
Elite yang Memerintah
Kelas yang memerintah, yang tidak banyak orangnya melakukan fungsi
politik. Monopoli kekuasaan dan mendapatkan keuntungan yang timbul karena
kekuasaan. Lalu kelas diperintah, yang berjumlah banyak orang orangnya atau
individunya diarahkan dan digunakan. Layaknya apatis bisa mempengaruhi secara langsung elite yang
memerintah, yang segala tindakanya berorientasi. Elite polotik inilah yang
mungkin mengambarkan keadaan pemerintah negara amerika serikat dan bukan
Indonesia.
4.4.2
Model Pluralis
Sikap hidup manusia
yang mempertahankan kondisi kemajemukan dengan apa adanya dengan konsekuensi terjadinya
gesekan-gesekan antara isme yang ada didalamnya. Karena kemajemukan diterima
sebagai satu kenyataan yang merupakan motor penggerak dinamika untuk menggapai
masa yang akan datang menjadi dinamis. Dan model adalah suatu sikap atau rupa
dari tingkah yang didefenisikan dalam sebuah model pluraris dalam sifat
pemerintahan
Yang Mendasari suatu
individu model inilah setiap individu menjadi anggota satu dan lebih kelompok
sosial atau kekuatan sosial tertentu sesuai dengan aspirasi dan adanya
kepentingan baik bersifat kultural atau
ideologis yang berlandaskan profesi, seperti aspirasi ekonomi . Karena
itu model ini, kekuasaa dalam masyrakatnya secara relative merata di berbagai
banyaknya oranisasi atau kelompok kepentingan lainya
Menurut Model
Pluralis peran pemerintah seperti arena persaingan dan berkompromi dalam
oraganisasi atau kelompok penting sebagai guna untuk merumuskan, memantau
aturan agar tidak terjadi hal yang kurang kondusif. Mereka juga mempunyai
kesepakatan untuk wewenanng dalam hal mengatur dan menegakan aturan dalam
persaingan yang baik dan kompromi.
4.4.3 Model Kerakyatan
Model kerakyatan ialah demokrasi
partifvasi langsung dalam berwarga negara untuk proses terjadinya pelaksanaan
suatu keputusan politik yang sangat mempengaruhi sendi kehidupan individual.
Mendasari model kerakyatan dalam
segi pandang individual setiap warga yang sudah dewasa secara potensial
memiliki kekuasaan politik dan mempunyai wewenang dalam pemilihan umum dan
adanya kemampuan mengadakan penilian untuk proses politik dan informasi yang
jelas dan memadai
4.5
Kekuasaan Menurut Budaya Jawa
Dalam konsep ini
kekuasaan diperoleh dalam praktek yoga, upacara kebesaran, objek yang
mengandung kekuatan, dan symbol yang bermakna mistis.

0 Response to "Rangkuman Materi Kekuasaan Politik"
Posting Komentar