Perasaan ini!
Saat merasakan emosi tiba-tiba saja membludak, akhirnya saya sadar bahwa saya masih muda dan diberikan Allah SWT waktu untuk terus menulis berbagi pemikiran dan melakukan sebuah pencarian. Namun emosi yang telah saya singgung diatas bukanlah suatu hal yang negatif, melainkan emosi positif yang terus menerus membuat saya “meledak dan hancur” bersama semangat muda.
Perasaan ini tiba-tiba saja membuat saya melempar handphone ke kasur, membuat laptop yang terbaring lelap didalam lemari harus bangun dan bekerja keras bersama saya, membuat malam yang menanti terpejamnya mata harus menunggu beberapa lamanya.
Bukan tanpa sebab perasaan semangat dan kental dengan jiwa muda seperti ini, saya sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah membangkitkan semangat saya yang sempat hilang beberapa waktu ini. Alhamdulillah…
Saya terus melakukan pencarian dalam beberapa minggu ini, merenung mencari ide untuk menulis, berjalan diantara kerasnya suara kendaraan yang lalu lalang berharap ide dapat tertuang, apapun yang sekiranya dapat memunculkan ide saya lakukan. Namun tidak satu pun yang berhasil.
Sampai akhirnya malam ini, tanggal 24/10/2018. Saya iseng lihat-lihat story Whatsapp teman-teman. Sebutlah namanya Rama, sosok muda yang menggila dalam semangatnya. Postingannya memancing emosi saya yang tertidur pulas dan berbaring malas, walaupun isi postingannya saya kenal betul, namun ada yang berbeda malam ini.
Pramoedya Ananta Toer : “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” – Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Kutipan kalimat tersebut lah yang di posting sahabat “gila” saya itu. Andai bukan dia yang meluncurkan postingan yang sama, mungkin saya tidak akan begitu semangatnya.
Kemudian malam ini rival saya, Yumero. Dia juga banyak berbacot tentang tulisan dan orang muda, saya kira otaknya malam ini hanya dipenuhi konsep “orang muda dan tulisannya”.
Tentunya tindakan mereka berdua yang sama-sama mengelola blog itu membuat darah muda saya bangkit untuk menulis kembali!
Tidak hanya sampai disitu, berkat ke-isengan saya lagi, akhirnya membuat saya harus menelan bulat-bulat dan menyimpan kalimat indah di otak sebagai energi untuk terus menulis. Kalimat yang bijak dan sarat akan makna itu sebagai berikut “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan mampu menembus jutaan pemikiran – Sayyid Quthb.
Ah… sungguh indah karunia Allah SWT malam ini, memberikan saya energi mencapai tujuan dengan cara yang berkesan.
Well, begini serunya masa muda yang kadang tak menemukan arah jalan dan tujuan, berkata-kata untuk kemudian di tuliskan, terus membuat kata-kata bijak namun akhirnya di tolak.
Dan… saya tunggu karya tulis kamu, kapan pun itu. Menulis lah, saya yakin belum terlambat untuk menghasilkan karya hebat…
-iHD CCK

wahhhh mntapppp
BalasHapusSiap bazatt... tunggu About You : Pitri , rilis..
Hapus